Hubungan intim dalam Islam hanya terjadi selepas ikatan pernikahan termeterai. Ia adalah satu ikatan suci lagi halal buat lelaki dan wanita. Keutamaan bernikah adalah bagi mendapat reda Allah seterusnya menyusul ganjaran pahala.

Hubungan batin (intim) juga dapat ditunaikan tanpa rasa bimbang malah kehidupan berumahtangga menjadi bahagia turut disumbangkan oleh keseimbangan antara aktiviti kerja harian dan hubungan intim. Sesibuk bagaimana sekali pun, urusan peribadi ini perlu dijadualkan sebaik mungkin.

Berikut adalah antara 15 pahala berhubungan suami isteri yang diharapkan dapat memberi semangat kepada pasangan yang semakin jarang bersama akibat keletihan urusan kerja di pejabat dan di rumah.

Artikel berkaitan: Saranan Imam Al-Ghazali Tentang Kekerapan Hubungan Intim Suami Isteri

Artikel berkaitan: “Eee…Busuklah,”. Hukum Isteri Tolak Hubungan Intim Sebab Suami Berbau

1. Dinilai Sebagai Sedekah

“Hubungan intim suami isteri adalah sedekah. Para sahabat lantas ada yang bertanya pada Rasul SAW, “Wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi isteri kami dengan syahwat itu akan mendapat pahala?’

Baginda menjawab, “Bukankah jika kalian melakukannya pada yang haram, kalian mendapatkan dosa. Oleh kerananya jika kalian bersama pada yang halal, tentu kalian akan mendapatkan pahala.”

2. Membersihkan Fikiran & Menguatkan Pemahaman

‘Uqail Al-Hambil berkata tentang hukum suami tidak memberi nafkah batin pada istri, “Ketika aku buntu pada suatu permasalahan (ilmu), maka aku panggil isteriku untuk berhubungan badan. Ketika aku selesai, maka aku ambil kertas dan aku tuangkan ilmu padanya (mulai menulis)”, kerana jima’ dapat membersihkan fikiran dan menguatkan pemahaman.”

IKLAN

3. Mendapat Pahala Sepanjang Hari

“Barangsiapa (yang menggauli isterinya) sehingga mewajibkan mandi pada hari Jum’at kemudian diapun mandi, lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tidak berkenderaan, kemudian duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan saksama tanpa sendau gurau, nescaya dia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya selama setahun, balasan puasa dan solat malam harinya.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

4. Memenuhi Hak Suami Isteri

Dari Hushain bin Mihshan, bahawasanya saudara perempuan dari bapanya (iaitu ibu saudaranya) pernah mendatangi Rasulullah SAW kerana ada suatu keperluan. Setelah ia menyelesaikan keperluannya, Nabi SAW bertanya kepadanya, “Apakah engkau telah bersuami?” Ia menjawab, “Sudah.”

Beliau bertanya lagi, “Bagaimana sikapmu kepada suamimu?” Dia menjawab, “Aku tidak pernah mengurangi (haknya) kecuali yang aku tidak mampu mengerjakannya.”

Maka, Rasulullah SAW menjawab: “Perhatikanlah bagaimana hubunganmu dengannya kerana suamimu (merupakan) syurgamu dan nerakamu.” Nabi SAW bersabda: “Demi Allah, yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, seorang wanita tidak akan boleh menunaikan hak Allah sebelum ia menunaikan hak suaminya. Andaikan suami meminta dirinya padahal ia sedang berada di atas punggung unta, maka dia (isteri) tetap tidak boleh menolak.”

5. Jalan Ke Syurga

” Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (Q. S. An Nisa: 114)

6. Pahala Seperti Korban

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu yang pertama, ia seperti berkorban seekor unta. Barangsiapa yang datang di waktu yang kedua, maka ia seperti berkorban seekor lembu. Barangsiapa yang datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkorban seekor kambing gibas. Barangsiapa yang datang di waktu yang keempat, ia seperti berkorban seekor ayam.

7. Didoakan Malaikat

Dan barangsiapa yang datang di waktu yang kelima, maka ia seperti berkorban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan zikir (khutbah)” (HR. Bukhari no. 881 Muslim no. 850)

8. Terpelihara Dari Laknat

Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Jika seorang lelaki mengajak isterinya ke ranjang, lantas si isteri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu subuh” (HR. Bukhari no. 5193 dan Muslim no. 1436)

9. Membahagiakan Jiwa

Sesungguhnya wanita datang dalam rupa syaitan, dan pergi dalam rupa syaitan. Jika seorang di antara kalian melihat seorang wanita yang menakjubkan (tanpa sengaja), maka hendaknya ia mendatangi (bersetubuh dengan) isterinya, kerana hal itu akan menolak sesuatu (berupa syahwat) yang terdapat pada dirinya” (HR. Muslim no. 1403)


10. Menyejukkan Hari

Telah dijadikan kesenangan bagiku dari kehidupan dunia; isteri, berwangian, dan dijadikannya penyejuk mata hatiku di dalam sollat (Hr. Ahmad, al-Nasa`iy, al-Thabarani, al-Bayhaqi)

11. Pahala Kasih Sayang

Telah menceritakan kepadaku Bapakku bahwa dia melaksanakan haji wada’ bersama Nabi SAW. Beliau bertahmid dan memuji Allah, beliau memberi pengingatan dan nasihat. Beliau menuturkan cerita dalam hadisnya, lantas bersabda:

“Ketahuilah, berbuat baiklah terhadap wanita, kerana mereka adalah tawanan kalian. Kalian tidak berhak atas mereka lebih dari itu, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Jika mereka melakukannya, jauhilah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Jika kemudian mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.

Ketahuilah; kalian memiliki hak atas isteri kalian dan isteri kalian memiliki hak atas kalian. Hak kalian atas isteri kalian ialah dia tidak boleh memasukkan orang yang kalian benci ke tempat tidur kalian. Tidak boleh memasukan seseorang yang kalian benci ke dalam rumah kalian. Ketahuilah; hak isteri kalian atas kalian ialah kalian berbuat baik kepada mereka dalam (memberikan) pakaian dan makanan (kepada) mereka.” (H.R. At-Tirmidzi)

12. Menjadi Pasangan Terbaik

Aisyah r.a berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah (suami) yang paling baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. At Tirmidzi)

13. Pahala Mengalir Sepanjang Waktu

Pahala terus mengalir bagi suami isteri yang berhubungan badan, sebab hubungan badan memberi kebahagiaan dan dari kebahagiaan yang diberikan tersebut akan membuat pahala terus mengalir untuk keduanya sehingga kasih sayang antara sesama selalu meningkat dan jauh dari permasalahan.

14. Mencegah Keburukan

Dengan melakukan hubungan suami isteri tentu akan menjauhkan dari keburukan, iaitu terhindar dari maksiat; zina mata zina hati dan sebagainya sebab apa yang diinginkan telah dipenuhi oleh pasangannya atau suami dan isterinya sehingga ia tidak perlukan hal lain dari luar untuk bahagia, cukup dengan isteri atau suaminya saja.

15. Jauh Dari Maksiat

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahawasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, kerana itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, iaitu fajar.

Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (Q. S. Al Baqarah: 187)

Sumber artikel: dalamislam.com